Kencan Online Dinilai Tidak Manusiawi

Bookmark and Share


Bermunculannya tawaran berbagai laman kencan via media online kini turut memeriahkan kehangatan dan kedekatan hubungan antar pribadi. Pemicunya, internet telah mengubah pola komunikasi antar manusia. Ajakan "Yuk kita saling ketemuan dan ngobrol" tidak perlu diutarakan dengan bertatap muka langsung. Cukup pencet-pencet tombol dan kirim seuntai pesan untuk saling bertemu. Dan selesai.

Tunggu dulu, belum selesai sampai di situ, karena kencan lewat media online dikritik sebagai pola relasi tidak manusiawi. Kencan lewat online seolah merampok cita rasa kemanusiaan. Anda ingin diberi label "tidak manusiawi"? Mengapa kencan lewat media online dinilai tidak manusiawi?

Ada ungkapan, cinta datang dari mata turun ke hati atau cintaku berat di ongkos. Pertimbangan untung rugi dengan pernik-pernik serba bisnis kerapkali mengintip dan mengusik pola kencan masyarakat modern. Ini belum ditambah dengan dampak dari kemacetan lalu lintas. Jalan pintasnya, ditempuhlah kencan lewat media online, hemat biaya dan hemat waktu.

Salah satu ciri masyarakat kapitalis awal, yakni pertimbangan serba rasional dan efisien sebelum memutuskan produk apa yang akan dibeli. Ini juga menyentuh hubungan antar pribadi, termasuk hubungan asmara. Kencan lewat online diibaratkan seperti berbelanja di pasar swalayan, sebagaimana dikutip dari laman The Guardian. Anda tinggal mengunduh siapa-siapa saja bidikan lawan kencan, dengan memilih kemudian mengirim pesan ajakan berkencan. Kalau saling cocok dengan data yang dikirim maka kelanjutannya terserah Anda.

Dengan mengkampanyekan sejumlah pesan iklan "bertemu dengan pujaan hati", berbagai lembaga layanan kencan via online coba memanfaatkan kondisi masyarakat yang kini serba rasional dengan memanfaatkan dunia cinta dan dunia asmara. Siapa yang tidak ingin kehidupan cintanya berjalan oke, tanpa mengeluarkan ongkos berlebihan? Nah, kritik yang menerpa kencan lewat media online bersumber dari pergeseran pola hubungan antar manusia. Relasi antar manusia lantas dijadikan sekedar barang dagangan yang dapat "disertifikasi" bahkan siap diperjualbelikan.

Filsuf Alain Badiou dalam bukunya ELOGE DE L'AMOUR yang terbit tahun 2009, menulis bahwa kencan via media online memungkinkan seseorang memilih atau tidak memilih kepada siapa tambatan hatinya kelak. Kencan lewat media online juga, membuka peluang bahwa seseorang dapat saja salah pilih. "Ternyata dia bukan pria/perempuan pilihan saya," kata pria/perempuan yang kecewa dengan pilihannya.

Menurut Badiou, cinta disebut-sebut sebagai dorongan manusiawi yang serba tidak rasional. Orang kerap melukiskan mereka yang sedang dimabuk kepayang sebagai "cinta membutakan segalanya." Meminjam pernyataan filsuf Slavoj Zizek, situasi kondisinya seperti kopi bebas kafein. Kritik terhadap kencan via online ujung-ujungnya menyeret manusia kontemporer kembali ke model masyarakat pra-modern. Pertanyaan mendasarnya, apa artinya Anda "menjadi manusia"?

Ternyata kencan melalui media online yang telah banyak membantu seseorang menemukan jodoh tak luput dari kritikan. Apakah Anda setuju dengan berbagai pendapat dalam artikel ini?


sumber

{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Post a Comment